" Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak akan dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan" (QS.Ar Rohmaan : 33)----- Mohon Do'a Restu Agar Siswa Siswi MI YAPPI GUBUKRUBUH sukses menghadapi UAMBD/UNAS TAHUN 2019 ---- MADRASAH HEBAT BERMARTABAT

Senin, 19 Juli 2010

FENOMENA "PSB" YANG FENOMENAL

Baru saja kita lalui sebuah perhelatan akbar yakni "Penerimaan Siswa Baru". Memang bukan berita baru dan sudah tak asing lagi dikuping kita istilah itu, namun dalam perkembangannya sekarang ini patut kita renungkan.......
Semua sekolah berlomba-lomba memikat peserta didik baru dengan berbagai macam program unggulan yang dijanjikan. Sistem perekrutannya pun juga sangat beragam mulai dari cara yang konfensional (cara jadul) yakni petugas jaga menanti kehadiran siswa yang mendaftar, sampai menggunakan cara yang lagi boming akhir-akhir ini yakni belum waktunya tahun ajaran selesai udah menerima pendaftaran siswa baru/seleksi siswa baru (kemajon"). Akhirnya pas waktunya PSB pendaftaran dah tutup.......o..la..la......Bahkan disebagian belahan planet ini ada pula yang menempuh cara "nyebar hadiah". Sekolah memberikan bantuan uang tunai serta seragam bila mau bersekolah di sekolahan X...misalnya. Sebenarnya metode ini sah-sah saja bila hasilnya siknifikan, namun bila hasil yang dicapai malah sebaliknya patut dipertanyakan keefektifannya dan patut dikaji ulang.
Mungkin ini sebagai bahan renungan kita, kalo sekolahan itu mau banyak muridnya caranya sebetulnya simpel aja.....benahi managemen sekolah tersebut, tingkatkan mutu pendidikan, tunjukkan prestasinya kepada masyarakat, semahal apa pun biaya disekolah itu pasti masyarakat akan berbondong-bondong menghampiri sekolahan tersebut.....Namun sebaliknya berapapun banyaknya subsidi kita berikan kepada siswa kalau sekolahnnya kurang bermutu bisa dipastikan tak akan bertahan lama dan akhirnya tutup..........krekep.
Kalo fenomena ini terjadi dibelahan planet yang lain lagi.....demi mendaptkan murid ada juga yang menempuh cara-cara yang "rodo nyleneh" coba kita renungkan! Ternyata jual beli pemain tidak hanya terjadi di lapangan sepak bola, di lingkungan pendidikanpun katanya pendongeng...ini katanya lo....juga terjadi. Sebut aja si Badrun jika mau pindah sekolah di sekolah X...maka akan diberikan tunjangan kemaslahatan dan bonus seragam, lebih elok lagi sekolahan si Badrun yang baru itu jaunya dibanding sekolahan yang lama sekitar 15 KM lintas kecamatan lagi dan hebatnya sekolahan yang baru menyediakan fasilitas antar jemput.....wow....usut punya usut ternyata sekolahan tersebut langganan kekurangan murid. Bagaimana bisa maju pendidikan di negeri ini bila hal ini tetap terjadi. Inilah fenomena gunung es di dunia pendidikan, ternyata masih banyak masalah-masalah yang belum terungkap. Sudah saatnya kita ikhtiar bersama mencari solusi akan hal tersebut.
Cerita diatas adalah sebuah penggalan dongeng fiktif di negeri antah berantah, jadi bila ada kesamaan nama, tempat kejadian serta alur cerita ya... jangan kita menjadi sewot sebab dapat dipastikan itu hanyalah kebetulan saja dan perlu diingat namanya aja dongen (dipaido keneng), mungkin lebih arif jika kita menyikapi dongeng diatas dengan merenung, serta memperbaiiki apa-apa yang dipandang kurang pas yang ada dilingkungan sekitar kita. Wassalam